Sabtu, 13 September 2014

5.Pantun, Puisi Asli Anak Negeri



5.Pantun, Puisi Asli Anak Negeri
(Prosa dan Puisi)



AKU bingung, sebingung-bingungnya ketika Abah menulis prosa dan puisi.  Padahal katanya akan menyusun buku tentang Pantun. Namun akhirnya setelah membiarkan beliau menyelesaikan tulisan ini, ternyata eh ternyata baru aku memahami bahwa, pantun itu adalah puisi asli anak negeri. Ternyata eh ternyata lagi, mantra pun termasuk puisi. “sim salabim abra kada bra.” Gimana ceritanya tiba-tiba mantra menjadi puisi.
Untung Kak Mauda dan Ka Sultan menyodorkan buku ini. Sehingga aku mendapat penjelasan yang cukup jelas dan utuh tentang hubungan pantun, prosa dan puisi dalam kesusteraan melayu.
Pertama Puisi
Puisi adalah bentuk kesusasteraan yang terikat oleh jumlah dan rima. Puisi ditentukan oleh banyaknya baris dan tampil dalam bait-bait.  Banyaknya suku kata dalam setiap baris dan bunyi atau rima (sajak) pada akhir kata. Puisi dapat dibedakan dalam Puisi Lama, adalah bentuk kesusasteraan yang merupakan buah cipta masyarakat lama. Mengenai kurunnya aku tiidak begitu tahu.  Namun puisi lama dapat dibedakan lagi kedalam tiga bentuk, yaitu mantra, bidal atau peribahasa dan pantun.
1.Mantra, adalah kata yang mengandung hikmat dan kekuatan gaib.
2.Peribahasa atau bidal  meliputi pepatah, ungkapan, perumpamaan, tamsil atau ibarat dan pameo.
3.Pantun,  pembahasannya sangat panjang, meliputi baris, suku kata, istilah sampiran, isi, rima atau bunyi. Pantun juga memiliki perbedaan baik bentuk maupun peruntukkannya. Bentuknya ada pantun biasa, pantun berkait, talibun dan pantun kilat
4.Syair,  berasal dari kata “syu’ur’ yang berarti perasaan.  Ada juga yang mengatakan berasal dari kata “syi’ir” sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab,”Sesungguhnya diantara syi’ir itu mengandung hikmah.” [1]. Syair sering diartikan sebagai sajak (puisi). Penyair adalah pengubah sajak. Syair dapat dikenali dari bentuk dan isinya.
5.Gurindam,  adalah sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat.
misalnya
baik-baik memilih kawan
salah-salah jadi lawan
kurang pikir kurang siasat
bisa jadi kelak tersesat
6.Kalimat berirama, kalimat berirama adalah bentuk prosa, akan tetapi di dalam irama puisinya sangat kental. PELAB


[1] (HR.Baihaqi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar