5.Pantun, Puisi Asli Anak Negeri
(Prosa dan Puisi)
AKU
bingung, sebingung-bingungnya ketika Abah menulis prosa dan puisi. Padahal katanya akan menyusun buku tentang
Pantun. Namun akhirnya setelah membiarkan beliau menyelesaikan tulisan ini,
ternyata eh ternyata baru aku memahami bahwa, pantun itu adalah puisi asli anak
negeri. Ternyata eh ternyata lagi,
mantra pun termasuk puisi. “sim salabim abra kada bra.” Gimana
ceritanya tiba-tiba mantra menjadi puisi.
Untung
Kak Mauda dan Ka Sultan menyodorkan buku ini. Sehingga aku mendapat penjelasan
yang cukup jelas dan utuh tentang hubungan pantun, prosa dan puisi dalam
kesusteraan melayu.
Pertama
Puisi
Puisi
adalah bentuk kesusasteraan yang terikat oleh jumlah dan rima. Puisi ditentukan
oleh banyaknya baris dan tampil dalam bait-bait. Banyaknya suku kata dalam setiap baris dan
bunyi atau rima (sajak) pada akhir kata. Puisi dapat dibedakan dalam Puisi
Lama, adalah bentuk kesusasteraan yang merupakan buah cipta masyarakat
lama. Mengenai kurunnya aku tiidak begitu tahu.
Namun puisi lama dapat dibedakan lagi kedalam tiga bentuk, yaitu mantra,
bidal atau peribahasa dan pantun.
1.Mantra,
adalah kata yang mengandung hikmat dan kekuatan gaib.
2.Peribahasa
atau bidal meliputi pepatah, ungkapan, perumpamaan,
tamsil atau ibarat dan pameo.
3.Pantun, pembahasannya sangat panjang, meliputi baris,
suku kata, istilah sampiran, isi, rima atau bunyi. Pantun juga memiliki
perbedaan baik bentuk maupun peruntukkannya. Bentuknya ada pantun biasa, pantun
berkait, talibun dan pantun kilat
4.Syair,
berasal dari kata “syu’ur’ yang berarti perasaan.
Ada juga yang mengatakan berasal dari kata “syi’ir” sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari
Ubay bin Ka’ab,”Sesungguhnya diantara syi’ir itu mengandung hikmah.” [1]. Syair
sering diartikan sebagai sajak
(puisi). Penyair adalah pengubah sajak. Syair dapat dikenali dari bentuk dan
isinya.
5.Gurindam,
adalah sajak dua baris
yang mengandung petuah atau nasihat.
misalnya
baik-baik memilih kawan
salah-salah jadi lawan
kurang
pikir kurang siasat
bisa
jadi kelak tersesat
6.Kalimat
berirama, kalimat berirama adalah bentuk prosa,
akan tetapi di dalam irama puisinya sangat kental.
PELAB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar