2.
Brunei dan Borneo
di Kalimantan
KATA BORNEO merupakan nama populer
lain dari Kalimantan khususnya di Banua Eropa. Munculnya sebutan Borneo oleh
orang Eropa dikarenakan di Kalimantan banyak ditemukan pohon Brunai (Bahasa
Latin: Dryobalanops camphora) yaitu
pohon yang mengandung terpentin,
bahan yang digunakan untuk antiseptik atau minyak wangi dan kamper. Cairan
terpentin dapat juga digunakan untuk mengencerkan cat dan tinta.
Brunei
merupakan salah satu sumber daya alam yang banyak terdapat di pulau Kalimantan.
Kandungan pohon ini merupakan sumber daya alam yang telah memikat mata dan hati
bangsa-bangsa Eropa pada awal kedatangannya di Indonesia, terutama di
Kalimantan. Namun dilidah orang Eropa
Brunei menjadi Borneol atau akhirnya Borneo.
Versi
lain mengatakan bahwa antara pohon brunai dengan pohon borneol memiliki
perbedaan. Brunai adalah tumbuhan perdu yang tingginya dapat mencapai empat
sampai lima meter. Kayu lurus dan keras, biasa dipakai untuk tongkat (nama
latinnya, Antidesma neurocarpum)
Kata
Kalimantan sendiri menurut Abah dari sumber yang dapat dipercaya[1],
berasal dari bahasa Sanksekerta, Kalimanthana yaitu pulau yang udaranya sangat
panas atau membakar. Karena kata berasal dari dua suku kata yaitu Kla dan
Manthan. Kla berarti musim atau waktu dan manthana berarti membakar.
Karena
kebiasan vocal a pada kala dan manthana tidak tidak diucapkan, maka
Kalimanthana diucap oleh penduduk asli Klemantan atau Quallamontan yang
akhirnya di turunkan menjadi Kalimantan. Lain halnya di Kalimantan, di wilayah Serawak,
bagian Malaysia Timur dikenal kata Lamantan yang artinya sagu mentah, yang pada
jaman dahulu menjadi salah satu makanan pokok masyarakat setempat, dari kata
Lamantan itulah nanti menjadi Kelamantan, yang dimaksudkan kepada penduduk
setempat yang makanannya sagu.
Lain
lagi dengan cerita masyarakat kami di Kalimantan Selatan. Terutama suku kami yaitu suku Banjar. Konon
kata Kalimantan berasal dari dua gambungan kata Kali dan Mantan. Kali dapat
diartikan sebagai sungai. Sedangkan Mantan adalah berasal dari kata Jumantan,
kata lain dari Intan. Sehingga Kalimantan dimaknai sebagai sungai yang banyak
mengandung intan. Intan merupakan batu
permata dari karbon murni dalam bentuk kristal. Batu kristal dengan kilaunya
yang memikat mata ini sering di pakai untuk perhiasan. Jika sudah diasah
namanya berganti menjadi berlian, permata yang banyak diburu orang. Permatanya bisa dipasang pada cincin, gelang,
kalung, giwang, bros atau dipasang pada pakaian atau benda-benda lain.
Sebagai
zat yang memiliki kualitas kuat dan keras ini digunakan juga sebagai alat
pemotong kaca atau jarum gramofon
pada piringan hitam. Jarum gramofon ketemu piringan hitam akan mengeluarkan
ssuara atau musik yang mengalun indah, asyiknya...
Kalimantan
adalah negeri seribu sungai. Setiap sungainya memberikan janji, harapan dan
cerita. Di dasarnya mengandung simpanan kilau kristal yang tak ternilai. Dicintai
dan didamba oleh setiap mata yang memandang. Kalimantan adalah negeri sejuta
pohon dan margasatwa. Setiap batangnya menagih janji untuk dimanfaatkan, dan
dilestarikan. Setiap jenisnya memohon dilindungi. Seperti gua-gua dan
sungai-sungai hunian dahulu melindungi leluhur kami. PELAB
[1]
Prof.Dr.Slamet Mulyana,
Sriwijaya (LKIS 2006).
maedafarhansyah07.blogspot.com/2013/04/asal-kata-kalimantan-dan-borneo.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar