Sabtu, 13 September 2014

2. Brunei dan Borneo di Kalimantan



2.
Brunei dan Borneo
di Kalimantan




KATA BORNEO merupakan nama populer lain dari Kalimantan khususnya di Banua Eropa. Munculnya sebutan Borneo oleh orang Eropa dikarenakan di Kalimantan banyak ditemukan pohon Brunai (Bahasa Latin: Dryobalanops camphora) yaitu pohon yang mengandung terpentin, bahan yang digunakan untuk antiseptik atau minyak wangi dan kamper. Cairan terpentin dapat juga digunakan untuk mengencerkan cat dan tinta.
          Brunei merupakan salah satu sumber daya alam yang banyak terdapat di pulau Kalimantan. Kandungan pohon ini merupakan sumber daya alam yang telah memikat mata dan hati bangsa-bangsa Eropa pada awal kedatangannya di Indonesia, terutama di Kalimantan.  Namun dilidah orang Eropa Brunei menjadi Borneol atau akhirnya Borneo.
          Versi lain mengatakan bahwa antara pohon brunai dengan pohon borneol memiliki perbedaan. Brunai adalah tumbuhan perdu yang tingginya dapat mencapai empat sampai lima meter. Kayu lurus dan keras, biasa dipakai untuk tongkat (nama latinnya, Antidesma neurocarpum)
          Kata Kalimantan sendiri menurut Abah dari sumber yang dapat dipercaya[1], berasal dari bahasa Sanksekerta, Kalimanthana yaitu pulau yang udaranya sangat panas atau membakar. Karena kata berasal dari dua suku kata yaitu Kla dan Manthan. Kla berarti musim atau waktu dan manthana berarti membakar.
          Karena kebiasan vocal a pada kala dan manthana tidak tidak diucapkan, maka Kalimanthana diucap oleh penduduk asli Klemantan atau Quallamontan yang akhirnya di turunkan menjadi Kalimantan.  Lain halnya di Kalimantan, di wilayah Serawak, bagian Malaysia Timur dikenal kata Lamantan yang artinya sagu mentah, yang pada jaman dahulu menjadi salah satu makanan pokok masyarakat setempat, dari kata Lamantan itulah nanti menjadi Kelamantan, yang dimaksudkan kepada penduduk setempat yang makanannya sagu.
          Lain lagi dengan cerita masyarakat kami di Kalimantan Selatan.  Terutama suku kami yaitu suku Banjar. Konon kata Kalimantan berasal dari dua gambungan kata Kali dan Mantan. Kali dapat diartikan sebagai sungai. Sedangkan Mantan adalah berasal dari kata Jumantan, kata lain dari Intan. Sehingga Kalimantan dimaknai sebagai sungai yang banyak mengandung intan. Intan  merupakan batu permata dari karbon murni dalam bentuk kristal. Batu kristal dengan kilaunya yang memikat mata ini sering di pakai untuk perhiasan. Jika sudah diasah namanya berganti menjadi berlian, permata yang banyak diburu orang.  Permatanya bisa dipasang pada cincin, gelang, kalung, giwang, bros atau dipasang pada pakaian atau benda-benda lain.
          Sebagai zat yang memiliki kualitas kuat dan keras ini digunakan juga sebagai alat pemotong kaca atau jarum gramofon pada piringan hitam. Jarum gramofon ketemu piringan hitam akan mengeluarkan ssuara atau musik yang mengalun indah, asyiknya...         
          Kalimantan adalah negeri seribu sungai. Setiap sungainya memberikan janji, harapan dan cerita. Di dasarnya mengandung simpanan kilau kristal yang tak ternilai. Dicintai dan didamba oleh setiap mata yang memandang. Kalimantan adalah negeri sejuta pohon dan margasatwa. Setiap batangnya menagih janji untuk dimanfaatkan, dan dilestarikan. Setiap jenisnya memohon dilindungi. Seperti gua-gua dan sungai-sungai hunian dahulu melindungi leluhur kami. PELAB


[1] Prof.Dr.Slamet Mulyana, Sriwijaya (LKIS 2006). maedafarhansyah07.blogspot.com/2013/04/asal-kata-kalimantan-dan-borneo.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar