4.
Karya Sastra
APA YANG DIMAKSUD dengan Kesusasteraan?
Adakah hubungannya dengan Pantun dan Puisi?
“Kesusasteraan dipahami sebagai sebuah karya
yang indah dengan menggunakan kata-kata atau gaya bahasa tertentu. Karya yang
indah baik dilihat dari keaslian, isi maupun cara mengungkapkannya. Sedangkan pantun
dan puisi adalah bagian dari kesusasteraan Indonesia bahkan bangsa-bangsa
Melayu.” Demikian Abah menjelaskan.
Namun
menurut Usman Effendi[1], “kesusastraan
ialah “semua ciptaan manusia dalam bentuk bahasa lisan maupun tulisan yang
dapat menimbulkan rasa keindahan (bagus).”
Kita mengenali berbagai macam karya
sastra seperti,
1.
Sastra Bandingan, adalah karya telaah
dan analisis terhadap kemiripan dan pertalian antara karya sastra berbagai
bangsa;
2. Sastra
Daerah, adalah karya sastra asli dalam bahasa daerah;
3. Sastra
Dunia, adalah karya sastra yang sudah menjadi milik berbagai bangsa di dunia.
Hasil karya sastra yang tercipta dari penyilangan gagasan secara timbal balik,
dan memperkaya kehidupan manusia.
4. Sastra
Erotik, cipta sastra yang bertemakan cinta birahi.
5. Sastra
Hiburan, adalah jenis sastra yang bersifat ringan dan disajikan tidak terlalu serius.
6. Sastra
Indonesia, adalah karya sastra yang aslinya ditulis dalam bahasa Indonesia setelah
mendapat pengaruh kebudayaan asing.
7. Sastra
Indonesia Klasik, adalah seluruh sastra klasik yang ditulis dalam semua bahasa
daerah yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk bahasa Melayu.
8. Sastra
Klasik, adalah sastra yang berkembang
sebelum pertemuannya dengan kebudayaan Barat dan belum mendapat pengaruh dari
kebudayaan Barat.
9. Sastra
Kontemporer, adalah sastra yang hidup pada masa kini, atau sastra yang hidup dalam waktu yang sama.
10. Sastra
Modern, adalah sastra yang berkembang setelah adanya pertemuan dengan
kebudayaan Barat dan mendapat pengaruh dari kebudayaan Barat.
11. Sastra
Nusantara, adalah sastra daerah.
12. Sastra
Otonom, adalah sastra yang mandiri tidak mengacu kepada sastra yang lain.
13. Sastra
Pelarian, merupakan cerita rekaan, khususnya setelah Perang Dunia yang pertama
dan kedua, yang mengisahkan usaha membebaskan diri dari kamp tawanan atau
penjara.
14. Sastra
Pengasingan, adalah karya sastra yang memakai gaya bahasa yang menonjol atau
menyimpang dari yang biasa atau mempergunakan teknik cerita yang baru.
15. Sastra
Protes, adalah sastra yang berisi protes (sosial, politik dan ekonomi).
16. Sastra
Rakyat, adalah kategori sastra yang meliputi lagu rakyat, balada, dongeng,
ketoprak, peribahasa, teka-teki, legenda
(banyak yang termasuk tradisi lisan).
17. Sastra
Tebakan, adalah sastra yang berbentuk teka-teki.
18. Sastra
Tulisan, adalah hasil sastra yang timbul setelah manusia mengenal tulisan. Di
Indonesia hal itu mulai berlangsung setelah bangsa Indonesia berkenalan dengan
kebudayaan asing, yakni kebudayaan Hindu, Islam dan kebudayaan Barat.
Kesusastraan Indonesia biasanya
disajikan melalui dua cara , yaitu:
1.
Kesusastraan Lisan, adalah karya sastra
yang disajikan dalam bentuk lisan.
2.
Kesusastraan Tertulis, adalah karya
sastra yang disajikan dalam bahasa tulis.
Kesusastraan
itu sendiri dikategorikan dalam dua bentuk yaitu Puisi dan Prosa. PELAB
[1]
Andi Soenaryo, Buku Pintar Pantun dan
Puisi untuk Sekolah Dasar, Menengah dan Umum. Penerbit: Kartika. (Tanpa tempat
dan Tahun)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar