Sabtu, 13 September 2014

4.Karya Sastra



4.
Karya Sastra




APA YANG DIMAKSUD dengan Kesusasteraan? Adakah hubungannya dengan Pantun dan Puisi?

 “Kesusasteraan dipahami sebagai sebuah karya yang indah dengan menggunakan kata-kata atau gaya bahasa tertentu. Karya yang indah baik dilihat dari keaslian, isi maupun cara mengungkapkannya. Sedangkan pantun dan puisi adalah bagian dari kesusasteraan Indonesia bahkan bangsa-bangsa Melayu.” Demikian Abah menjelaskan.

          Namun menurut Usman Effendi[1], “kesusastraan ialah “semua ciptaan manusia dalam bentuk bahasa lisan maupun tulisan yang dapat menimbulkan rasa keindahan (bagus).”
Kita mengenali berbagai macam karya sastra seperti,
1.    Sastra Bandingan, adalah karya telaah dan analisis terhadap kemiripan dan pertalian antara karya sastra berbagai bangsa;
2.    Sastra Daerah, adalah karya sastra asli dalam bahasa daerah;
3.    Sastra Dunia, adalah karya sastra yang sudah menjadi milik berbagai bangsa di dunia. Hasil karya sastra yang tercipta dari penyilangan gagasan secara timbal balik, dan memperkaya kehidupan manusia.
4.    Sastra Erotik, cipta sastra yang bertemakan cinta birahi.
5.    Sastra Hiburan, adalah jenis sastra yang bersifat ringan dan disajikan tidak terlalu serius.
6.    Sastra Indonesia, adalah karya sastra yang aslinya ditulis dalam bahasa Indonesia setelah mendapat pengaruh kebudayaan asing.
7.    Sastra Indonesia Klasik, adalah seluruh sastra klasik yang ditulis dalam semua bahasa daerah yang terdapat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk bahasa Melayu.
8.    Sastra Klasik, adalah  sastra yang berkembang sebelum pertemuannya dengan kebudayaan Barat dan belum mendapat pengaruh dari kebudayaan Barat.
9.    Sastra Kontemporer, adalah sastra yang hidup pada masa kini, atau sastra yang hidup  dalam waktu yang sama.
10. Sastra Modern, adalah sastra yang berkembang setelah adanya pertemuan dengan kebudayaan Barat dan mendapat pengaruh dari kebudayaan Barat.
11.   Sastra Nusantara, adalah sastra daerah.
12.   Sastra Otonom, adalah sastra yang mandiri tidak mengacu kepada sastra yang lain.
13.   Sastra Pelarian, merupakan cerita rekaan, khususnya setelah Perang Dunia yang pertama dan kedua, yang mengisahkan usaha membebaskan diri dari kamp tawanan atau penjara.
14.   Sastra Pengasingan, adalah karya sastra yang memakai gaya bahasa yang menonjol atau menyimpang dari yang biasa atau mempergunakan teknik cerita yang baru.
15.   Sastra Protes, adalah sastra yang berisi protes (sosial, politik dan ekonomi).
16.   Sastra Rakyat, adalah kategori sastra yang meliputi lagu rakyat, balada, dongeng, ketoprak,  peribahasa, teka-teki, legenda (banyak yang termasuk tradisi lisan).
17.   Sastra Tebakan, adalah sastra yang berbentuk teka-teki.
18.   Sastra Tulisan, adalah hasil sastra yang timbul setelah manusia mengenal tulisan. Di Indonesia hal itu mulai berlangsung setelah bangsa Indonesia berkenalan dengan kebudayaan asing, yakni kebudayaan Hindu, Islam dan kebudayaan Barat.
Kesusastraan Indonesia biasanya disajikan melalui dua cara , yaitu:
1.    Kesusastraan Lisan, adalah karya sastra yang disajikan dalam bentuk lisan.
2.    Kesusastraan Tertulis, adalah karya sastra yang disajikan dalam bahasa tulis.
Kesusastraan itu sendiri dikategorikan dalam dua bentuk yaitu Puisi dan Prosa.  PELAB


[1] Andi Soenaryo, Buku Pintar Pantun dan Puisi untuk Sekolah Dasar, Menengah dan Umum. Penerbit: Kartika. (Tanpa tempat dan Tahun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar